Kisah

Malam itu bagi kami seperti di neraka, panasnya tak tertahankan. Huaaahh! Saat itu aku sedang berbaring di lantai dan menikmati dinginya kipas angis. Tiba-tiba salah satu temanku memanggilku dan berkata “fah, udah pernah baca cerita ini belum?” sambil menyodorkan bukunya. “belum, coba liat” jawabku. Dan ku baca cerita itu, judulnya AKU MENUNGGUMU
Dari judul nya aku pun tertarik, beginilah ceritanya:
“Afwan Ukhti, semoga ini tidak melukai anti dan keluarga anti. Ana pikir sudah saatnya ana memberi keputusan tentang proses kita. Ya sepertinya yang ana ketahui bahwa selama ini ana telah berusaha melobi orang tua dengan beragam cara mulai dari konsep nikah “versi” kita, memperkenalkan anti pada mereka hingga melibatkan orang yang paling ayah percaya untuk membujuk ayah agar mengizinkan ana untuk menikahi anti.”
“Namun hingga sekarang nggak ada tanda-tanda mereka akan melunak, jadi menurut ana.. sebaiknya ana mundur saja dari proses ini!” Dana diam sejenak untuk menunggu respon dari seberang, tapi hingga beberapa detik tidak ada tanggapan. “Perlu anti ketahui bahwa orang tua ana sebenarnya sudah tidak keberatan dengan anti hanya saja waktunya yang belum tepat. Ayah ana khawatir ana tidak mampu menafkahi anti jika belum bekerja. Apalagi anti juga masih kuliah. Jadi ana rasa, kita nggak ada komitmen dulu hingga keadaannya membaik! Anti nggak keberatan kan ukhti!”
“Keberatan….! Alhamdulillah nggak! Namun kalau ana boleh kasih saran, apa tidak lebih baik kalau kita terus melobi sambil tetap proses saja. Soalnya kan kita udah mantap satu sama lain, nggak enak kalau mundur di saat seperti ini. Apalagi permasalahannya sudah mulai mengerucut ke arah ma’isyah (nafkah) saja.
“Anta pasti masih ingat gimana sulitnya start awal kita membujuk orang tua, rasanya semua kriteria kita ditolak. Segala keterbatasan kita jadi aib yang sangat besar, pokoknya semua jalan sepertinya sudah tertutup rapat. Namun kenyataannya hanya dalam waktu 2 minggu kita bisa menghilangkan semua syarat menjadi satu syarat saja: PEKERJAAN!”. Dini gadis tegar itu akhirnya bicara juga. “Akhi.. kita hanya tinggal selangkah, tetaplah berikhtiar dan jangan putus asa. Bukankah Allah Maha membolak-balikkan hati?”. “Benar, ana paham soal itu, ana memang akan tetap melobi orang tua ana, akan tetapi kalau kita terikat, ana khawatir menghalangi anti proses dengan ikhwan lain yang lebih selevel dari ana. Lagi pula ana khawatir tidak bisa menjaga hati”.
“Takut menghalangi ana untuk proses dengan ikhwan lain? Itu kan urusan Allah bukan urusan anta! Kewajiban anta sekarang adalah berjuang mempertahankan sesuatu yang anta sudah mantap dengannya. Hasil istikharah itu nggak mungkin salah. Tinggal bagaimana cara kita mengaplikasikannya saja.” Hening sejenak.. “Ya.. tapi kalau memang akhi sudah merasa ragu terhadap ana dan mantap untuk mundur, Alhamdulillah, Insyaallah ana akan dukung sepenuhnya.”
“Nggak!”Reflek Dana berteriak. “Astagfirullahaladzim, afwan maksud ana, ana sama dengan keluarga ana sudah tidak ada keraguan pada anti, kami sangat menyukai anti dan keluarga anti. Selain itu ana juga takut perasaan ini semakin dalam, ana ini hanya hamba Allah yang dhaif yang masih kesulitan mengekang hawa nafsu”.
Dana berhenti lagi, dadanya terasa sesak, air matanya mengalir semakin deras. Jauh di dalam hatinya, sesungguhnya ia merasa malu pada Allah atas kelalainnya. Jatuh cinta!
“Halo…!!” Dini merasa Dana diam terlalu lama. Dia tidak tahu kalau pemuda itu sedang menangis. Tapi dia mengerti apa yang sedang terjadi padanya. “Ya udah… kalau begitu sekarang kita sepakat untuk membatalkan proses ini!”
Dini sengaja memberi jeda agar Dana bicara, tetapi ikhwan itu memilih terus diam “Akhi.. kita tetap baik ya! Silaturahmi dengan keluarga harus tetap dijaga, jangan suuhzhan pada ayah dan bunda karena bisa jadi keputusan mereka adalah salah satu jalan Allah untuk menguji kita.” Dini berhenti lagi tapi Dana masih enggan berkomentar.
“La Tahzan, ya akhi…. Insyaallah kalau kita niatkan semuanya demi keridhaan Allah, maka Dia akan mencatat bagi kita pahala yang besar. Afwan jika selama proses ta’aruf ini.. ana, teman-teman dan keluarga ana banyak melakukan kekhilafan. Ana mewakili mereka dan diri ana sendiri untuk memohon maaf pada anta. Bersabarlah karena sesungguhnya Allah bersama orang-orang yang sabar…” Samar, Dini mendengar isak tangis di seberang. Dia nyaris tidak percaya…
“Semoga ini bisa menjadi mahar cinta kita kepada Allah dan semoga akhi mendapat ganti yang lebih baik.. Amin.” Suara isak tangis makin terdengar jelas.
“Akhi… kalau sudah nggak ada yang perlu dibicarakan lagi, tafadhal diakhiri!” tidak ada tanggapan.
“Halo…!!!. Ya udah, kalau gitu biar ana yang tutup teleponnya ya!” Sepi. Assalamualaikum!.” Klik.
Percakapan di antara mereka berakhir, tapi Dana baru menyadarinya. Dia segera bergegas wudhu’ dan shalat. Jujur, sebenarnya dia sudah sangat mantap dengan mantan calon istrinya itu.. Namun dia tidak yakin dapat membahagiakan akhwat itu kalau dirinya belum bisa menafkahi dengan layak. Padahal Dini dan keluarganya tidak mempermasalahkan tentang hal itu. Mereka sangat welcome padanya. Ah.. mungkin ini sudah takdirnya. Mungkin Allah melihat bahwa akhwat itu terlalu baik untuk dirinya. Mungkin seharusnya akhwat seperti dia, mendapatkan ikhwan yang jauh lebih baik dari dirinya. Dia benar-benar merasa tidak level!
“Ya… ikhwan lemah sepertiku, mana mungkin mendapatkan seorang Dini. Semoga aku nggak akan menyakiti akhwat lain setelah ini”. “Astagfirullahaladzim… apa yang telah kusombongkan selama ini? Sudah ikut mulazamah bertahun-tahun tapi masih belum berani mengamalkan ilmu yang kudapat sedikitpun. Katanya percaya bahwa orang yang menikah pasti akan dijamin rezekinya oleh Allah, ternyata aku nggak lebih dari seorang pengecut!.” Dana tak henti-hentinya menyalahkan dirinya sendiri, dia benar-benar merasa tak berarti. “Dulu… aku pernah begitu khusyu’ berdoa pada Allah agar dipertemukan dengan akhwat shalihah yang nggak banyak permintaan seperti dia. Sekarang ketika sudah didapat, malah kusia-siakan. Kini aku sadar bahwa Allah selalu mengabulkan permohonan hambaNya. Manusialah yang selalu kufur pada Rabb-nya.”
Di tempat yang berbeda, Dini menjalani hari-harinya dengan penuh semangat. Dia tetap ceria seperti biasanya. Ya… seperti tidak pernah terjadi apa-apa. Kecewa? Jelas ada, karena Dini juga hanya manusia biasa. Namun dia bisa mengemas kekecewaannya dengan manis, membuat kesedihannya menjadi sesuatu yang lumrah dari proses kehidupan. Dia percaya bahwa hatinya tidak mungkin berbohong dan janji Allah pasti terjadi. Maka sesulit apapun kondisi yang dihadapinya saat itu, dia mencoba untuk tetap terenyum. Jujur, aku bangga padanya. “Aku sudah mantap dengannya, Kak. Aku yakin dialah jodohku. Aku akan terus menunggunya…”
Sepekan kemudian, Dana menitipkan biodata ikhwan lain yang merupakan teman dekatnya untuk diberikan pada Dini. Menurutnya, ikhwan itu bisa membahagiakan Dini karena sudah matang dan punya pekerjaan tetap. Jelas, aku tahu bahwa pendapatnya keliru. Dini bukan mengharap ikhwan yang matang dan mapan. Dia hanya mengikuti kata hatinya saja. Dini tidak akan bahagia hanya dengan harta dan tahta. Namun, tak diurung diterima biodata itu. Dan bisa ditebak, bagaimana reaksi Dini saat kuberikan empat lembar kertas berukuran A4 itu. Dini menggeleng pasti.
“Anti coba istikharahkan dulu. Barangkali semuanya bisa berubah..” bujukku.
“Jazakumullah khair, tapi afwan jangan paksa ana, kak!.”

***
Ikhwah fillah, mungkin sebagian anda akan menganggap Dana sebagaimana penilaian Dana terhadap dirinya sendiri. Pengecut, jahil dan sifat-sifat buruk yang lainnya. Tapi bagi saya, Dana tidaklah seburuk itu. Justru sebaliknya, Dana dalam pandangan saya adalah ikhwan yang hanif. Dia berani mengambil resiko dengan mundur dari proses dan memilih untuk bersabar melawan nafsunya. Padahal kalau dia mau, dengan sikap Dini yang penurut, dia bisa saja minta untuk tetap meneruskan hubungan dengan gadis pilihannya itu. Namun dia tau bahwa diatas segalanya, Allah-lah yang patut untuk lebih dicintai.
Dana yakin bahwa jodoh adalah kekuasaan Allah dan Dia telah menetapkannya 50 ribu tahun sebelum semesta ada. Dia tahu kalau jodoh pasti akan ketemu lagi, bagaimana caranya. Mungkin Dini tidak akan pernah tahu kalau biodata yang kusodorkan kemarin adalah kiriman Dana.
Mungkin Dana juga tidak akan pernah tahu kalau ternyata Dini akan terus menunggunya. Dan mereka juga tidak boleh tahu bahwa diam-diam aku selalu mendoakan kebaikan untuk mereka. Entah bagaimana ending kisah ini nantinya, yang pasti aku selalu berharap agar masing-masing dari mereka nantinya jika tidak berjodoh, mereka akan mendapatkan ganti yang lebih baik.
Segera…
(Sumber: Majalah Keluarga Islami NIKAH)

Begitulah ceritanya kawan.. jujur air mataku mengalir saat membacanya dan aku menangis di depan temanku..😦 ceritanya hampir sama dengan yang ku alami akhir-akhir ini..
Semoga dengan cerita yang ku tulis di atas.. kawan semua termasuk diri ini juga dapat memetik hikmahnya..🙂

Wanita
karena wanita begitu berharga
karena wanita seperti mutiara yang harus dijaga keindahannya
karena wanita begitu mempesona membuat para pecintanya bertekuk lutut padanya

Banyak yang bilang terlahir menjadi wanita adalah sebuah penderitaan, malapetaka, dan musibah. Mengapa? Katanya sulit banget jadi wanita itu. Mesti begini dan begitu. Ribet dan nggak praktis. Namun tak jarang juga yang menyatakan sejuta rasa syukur dilahirkan menjadi seorang wanita. Apakah Kita salah satunya? Mudah-mudahan begitu, karena wanita diciptakan dengan berbagai macam kelebihan dan keistimewaan. Mari kita teliti lebih jauh.

Kaum feminis bilang susah jadi wanita, lihat saja peraturan di bawah ini :

1. Wanita auratnya lebih susah dijaga (lebih banyak) dibanding lelaki.
2. Wanita perlu meminta izin dari suaminya apabila mau ke luar rumah tetapi tidak sebaliknya.
3. Wanita saksinya (apabila menjadi saksi) kurang berbanding lelaki.
4. Wanita menerima warisan lebih sedikit daripada lelaki.
5. Wanita perlu menghadapi kesusahan mengandung dan melahirkan anak.
6. Wanita wajib taat kepada suaminya, sementara suami tak perlu taat pada isterinya.
7. Talak terletak di tangan suami dan bukan isteri.
8. Wanita kurang dalam beribadat karena adanya masalah haid dan nifas yang tak ada pada lelaki.

Itu sebabnya mereka tidak henti-hentinya berpromosi untuk “MEMERDEKAKAN WANITA”.

Pernahkah Kita lihat sebaliknya (kenyataannya)?

1. Benda yang mahal harganya akan dijaga dan dibelai serta disimpan di tempat yang teraman dan terbaik. Sudah pasti intan permata tidak akan dibiar terserak bukan? Itulah bandingannya dengan seorang wanita.

Wanita memang makhluk yang dimuliakan oleh Allah. Bahkan, Sejuta intan permata nan indah dan mahal harganya di dunia ini takkan mampu menandingi pesona keindahan yang dimiliki oleh wanita. Tak heran kan bila keindahan itu harus “dikemas” dengan rapi dan baik.

2. Wanita perlu taat kepada suami, tetapi tahukah lelaki wajib taat kepada ibunya 3 kali lebih utama daripada kepada bapaknya?

Ya. Sudah sunnatullah kalau wanita bila sudah menikah itu harus taat kepada suami (tentunya dalam hal kebaikan). Walaupun hati kesal, sebel, benci, marah, atau mau muntah tapi tetep wajib, harus, mesti, kudu, dan mutlak seorang istri taat pada suami (sekali lagi dalam hal kebaikan).

Namun tak jarang, baik lelaki maupun wanita, saling mencari keuntungan dengan kodratnya masing-masing. Yang laki-laki menggunakan ayat-ayat Al-Qur’an yang sebenarnya maksudnya tidaklah seekstrim itu, namun dia pergunakan demi keuntungan pribadi. Sedangkan wanita, merasa sebel, kesel, geregetan, gemes, dan benci karena diatur-atur.

Oya, satu lagi, disebutkan bahwa menaati sang ibu lebih utama tiga kali lipat dibandingkan taat pada bapak? Tahu nggak kenapa? Ya, karena menjadi wanita (sebagai ibu) sangat berat sekali. Nggak hanya bertugas melahirkan saja, namun juga mendidik. Dan mendidik untuk menjadi orang yang baik sangat susah. Di samping itu, Mulai dari A-Z, seorang ibulah yang berperan secara teknis dalam pembentukan karakter anak. Maka, sangatlah jelas bahwa menjadi ibu tidak mudah, makanya menaati ibu 3 kali lipat lebih utama dibandingkan dengan menaati bapak.

3. Wanita menerima warisan lebih sedikit daripada lelaki, tetapi tahukah harta itu menjadi milik pribadinya dan tidak perlu diserahkan kepada suaminya, sementara apabila lelaki menerima warisan, ia perlu/wajib juga menggunakan hartanya untuk isteri dan anak-anak.

Dengan kata lain, “hartamu (suami) adalah hartaku (istri) juga, sedangkan hartaku ya hartaku”, atau secara gamblang dapat diartikan sebagai harta suami wajib hukumnya untuk di-share dengan istri, sedangkan harta istri ya punya istri sendiri dan istri tidak berkewajiban untuk menafkahi suami.

4. Wanita perlu bersusah payah mengandung dan melahirkan anak, tetapi tahukah bahwa setiap saat dia dido’akan oleh segala makhluk, malaikat, dan seluruh makhluk ALLAH di muka bumi ini, dan tahukah jika ia mati karena melahirkan adalah syahid dan surga menantinya.

Laki-laki tidak akan pernah bisa menirunya karena itu sudah kodrat wanita. Melahirkan merupakan sebuah kebahagiaan tiada terkira meskipun sakit banget katanya. Mungkin bagi yang tidak mau melahirkan karena takut badan melar dan nggak indah lagi perlu merubah pikirannya, karena hal tersebut sesungguhnya merupakan kenikmatan dan kesempurnaan yang diberikan Allah kepada wanita.

5. Di akhirat kelak, seorang lelaki akan dipertanggungjawabkan terhadap 4 wanita, yaitu : Isterinya, ibunya, anak perempuannya, dan saudara perempuannya. Artinya, bagi seorang wanita tanggung jawab terhadapnya ditanggung oleh 4 orang lelaki, yaitu : suaminya, ayahnya, anak lelakinya, dan saudara lelakinya.

Menjadi laki-laki tidak mudah kan. Meskipun dia adalah seorang pemimpin bagi wanita yang notabene memiliki hak prerogatif terhadap istrinya untuk ngatur-ngatur (bahasa yang lebih halusnya membimbing menjadi lebih baik dari sebelumnya).

6. Seorang wanita boleh memasuki pintu syurga melalui pintu surga yang mana saja yang disukainya, cukup dengan 4 syarat saja, yaitu : sembahyang 5 waktu, puasa di bulan Ramadhan, taat kepada suaminya, dan menjaga kehormatannya.

Meskipun kelihatannya cuma empat syarat, tapi benar-benar sulit banget untuk tetep konsisten dalam mengerjakannya. Dan setiap wanita memiliki kesulitan sendiri-sendiri dari empat hal tersebut. Tapi, bukan wanita namanya bila tidak bisa, tapi wanita memang tercipta dengan penuh kekuatan terpendam dan tak terduga dari dalam dirinya.

7. Seorang lelaki wajib berjihad fi sabilillah, sementara bagi wanita jika taat akan suaminya, serta menunaikan tanggung jawabnya kepada ALLAH, maka ia akan turut menerima pahala setara seperti pahala orang pergi berjihad fi sabilillah tanpa perlu mengangkat senjata.

Lagi-lagi disinggung tentang taat pada suami, bahkan taat pada suami nilainya setara dengan jihad fi sabilillah. Berarti bisa dibayangkan, bahwa taat pada suami merupakan sesuatu yang penuh dengan tantangan, menegangkan, tapi selalu tersimpan “sesuatu” di dalamnya, yang semakin meyakinkan bahwa wanita jauh lebih kuat daripada laki-laki.

Hanya saja kekuatan itu tidak ditunjukkan dengan seberapa kuat fisiknya, namun lebih kepada seberapa cerdasnya seorang wanita mampu me-manage hatinya dan mampu mengubah berbagai macam suasana hidup yang selalu mewarnai setiap langkahnya menjadi sesuatu yang lebih baik dan tentu saja menguntungkan dirinya, dan yang pasti melalui proses, karena hanya Allah-lah yang bisa Kun Fayakun.

Kita harus berbahagia terlahir sebagai wanita, karena keberadaan kitalah dunia menjadi penuh warna.

“Dunia adalah perhiasan, sebaik-baiknya perhiasan adalah wanita shalehah.” (HR. Muslim).

Suatu ketika, ada seorang anak lelaki yang bertanya kepada ibunya.

“Ibu, mengapa ibu menangis?”

Ibunya menjawab, “Sebab ibu wanita.”

Dia tidak mengerti, kata si anak lagi.

Ibunya hanya tersenyum dan memeluknya erat.

“Nak, kamu memang tidak akan mengerti…”

Kemudian, anak itu bertanya kepada ayahnya.

“Ayah, mengapa ibu menangis?”

Sang ayah menjawab, “Semua wanita memang menangis tanpa ada alasan.”

Hanya itu jawapan yang dapat diberikan oleh ayahnya.

Lama kemudian, si anak itu menjadi remaja dan tetap bertanya-tanya, mengapa wanita menangis. Pada suatu malam, ia bermimpi dan mendapat petunjuk daripada Allah mengapa wanita mudah sekali menangis.

Saat Allah menciptakan wanita, Dia membuat menjadi sangat penting.

Allah ciptakan bahunya, agar mampu menahan seluruh beban dunia dan isinya. Walaupun, bahu itu cukup nyaman dan lembut untuk menahan kepala bayi yang sedang tidur.

Allah berikan wanita kekuatan untuk melahirkan zuriat dari rahimnya. Dan sering kali pula menerima cerca daripada anaknya sendiri.

Allah berikan ketabahan yang membuatnya tetap bertahan, pantang menyerah di saat semua orang berputus asa.

Wanita, Allah berikan kesabaran, untuk merawat keluarganya walau letih, sakit, lelah dan tanpa berkeluh-kesah.

Allah berikan wanita, perasaan peka dan kasih sayang untuk mencintai semua anaknya, dalam situasi apa pun. Biarpun anak-anaknya kerap melukai perasaan dan hatinya.

Perasaan ini memberikan kehangatan kepada anak-anaknya yang ingin tidur. Sentuhan lembutnya memberi keselesaan dan ketenangan.

Dia berikan wanita kekuatan untuk membimbing suaminya, melalui masa kegentiran dan menjadi pelindung baginya. Bukankah tulang rusuk suami yang melindungi setiap hati dan jantung wanita?

Allah kurniakan kepadanya kebijaksanaan untuk membolehkan wanita menilai tentang peranan kepada suaminya.Seringkali pula kebijaksanaan itu menguji kesetiaan yang diberikan kepada suami agar tetap saling melengkapi dan menyayangi.

Dan akhirnya, Allah berikannya airmata agar dapat mencurahkan perasaannya. Inilah yang khusus Allah berikan kepada wanita, agar dapat digunakan di mana ia inginkan.

Hanya inilah kelemahan yang dimiliki wanita, walaupun sebenarnya, airmata!

Ini airmata kehidupan.

Wallahu A’lam…

Alam telah menampakkan tanda-tanda kehancurannya, bencana-bencana terjadi silih berganti, kerusakan alam semakin menjadi-jadi, mulai dari buminya hingga penghuninya. Bumi telah semakin rusak disebabkan ulah tangan manusia sendiri, dan penghuninya pun semakin rusak fisiknya dengan segala racun yang lezat yang setiap hari mereka konsumsi, bukan hanya itu, sang penghuni bumi semakin rusak pula moral, pemikiran, mental, akal dan ruh mereka, semua itu disebabkan oleh manusia itu sendiri.

Di lain hal, agama dibuang, nafsu diumbar, hal yang wajib dianggap tabu dan hal yang tabu dianggap wajar, yang halal menjadi haram dan yang haram menjadi halal, agama memerintahkan tetapi masyarakat menolak, agama melarang masyarakat melakukan. Dunia telah berbalik 180⁰, semua telah berubah dan semua telah dilanggar. Akan tetapi akankah kita kaum muslimin akan ikut terbawa arus mayoritas? Bukankah kita telah mempunyai system dan aturan terbaik di alam mini? Bukankah kita punya islam yang memberikan kewajiban dan hak kepada pemiliknya? Lalu kenapa muslimin harus terseret arus mayoritas yang sesat ini?

Dari semua perubahan dan penyelewengan yang terjadi di alam ini, saya ingin mengangkat suatu tema yang sangat menarik. Tema ini berubah seiring berjalannya waktu. Tema ini adalah menyangkut masalah “nikah muda” dikalangan masyarakat islam. Dunia telah merubah segalanya, dahulu nikah muda adalah suatu hal yang wajar bahkan dianjurkan oleh islam, akan tetapi sekarang tangan-tangan materialis telah mengubahnya menjadi sesuatu yang kurang baik sehingga masyarakat sebisa mungkin tidak melakukan pernikahan di usia muda. Kaum materialis memunculkan opini bahwa semua yang berhubungan dengan perkawinan sangat butuh dengan harta yang melimpah sehingga pasca perkawinan akan kedua mempelai akan memperoleh kebahagiaan karena mereka mempunyai harta yang melimpah. Mereka juga memunculkan opini bahwa calon yang ideal dan mumpuni untuk membangun suatu bangunan rumah tangga adalah mereka yang memiliki harta, kedudukan, ketampanan dan sebagainya, tanpa itu semua maka masyarakat akan menganggap dia bukanlah seseorang yang siap menikah. Masyarakat sekarang melupakan aspek agama, akhlak,  dan ilmu. Saat anak-anak mereka dilamar oleh seorang yang pintar, berakhlak, memegang agama akan tetapi miskin maka mereka akan menolaknya. Akan tetapi sebaliknya, ketika anak-anak mereka dilamar oleh orang kaya maka spontan para orang tua langsung menerimanya, walaupun orang itu tidak mempunyai akhlak dan dasar agama yang kuat. Maka dari itu diharapkan bagi orang tua untuk mengubah pandangan materialisnya agar tidak selalu mengutamakan harta dan harta. Akhirnya karena anak muda ketika dilarang menikah oleh orang tuanya maka dia akan terseret dalam arus penyimpangan seperti yang kita saksikan di negeri ini.

Usia muda adalah masa puncak perkembangan potensi tubuh dan akal, termasuk juga diantaranya kekuatan seksual. Ketika dorongan seksual mulai aktif di usia seperti ini, sebaiknya anak muda menikah diawal usia mudanya, agar mampu menjaga dirinya dan tidak terjatuh kejurang dosa. Sebab, jiwa seseorang senantiasa memerintahkan kepada kejelekan sperti yang tertera dalam surat  Yusuf ayat 53.

Kebutuhan manusia akan penyaluran dorongan seksualnya merupakan kebutuhan biologis yang dirasakan semua orang normal dan sempurna. Kebutuhan itu sama dengan kebutuhan lainnya, seperti makan, minum, dan sebagainya. Saat seseorang lapar maka dia harus memenuhinya dengan makan, begitu juga saat orang mulai muncul dorongan-dorongan seksual maka harus disalurkan dengan jalan yang disetujui syareat. Juga Terkadang pernikahan menjadi wajib bagi seseorang, yaitu saat  orang itu tidak mampu menahan hasrat seksual dan tak mampu menahan diri dari dosa ketika tidak menikah. Pada waktu seperti ini dia wajib menikah ( menurut sayyid ali sistani).

Seseorang yang menikah muda atas dasar menyelamatkan dirinya dari kubangan dosa adalah orang yang pemberani dan berprinsip. Karena itu ketika dia merasakan dorongan seksual dan dan menyaksikan godaan yang bertubi-tubi dihadapannya, serta tidak tahu harus kemana menuju, menoleh, dan berjalan, maka sebagai orang yang berkomitmen dan berprinsip dia sadar bahwa kestabilan dirinya sedang mengalami bahaya akan terguncang atau bahkan tumbang. Dari satu sisi, jiwanya terus menggoda dan merayunya, disisi lain dia semakin lemah dihadapannya, labil dan akan terjatuh. Dalam situasi yang kian menekan, meresahkan, menggoda, memprovokasi, dan menyulitkan semacam ini. Dia memberanikan diri mengungkapkan hasratnya untuk menikah agar dapat meraih setengah agamanya dan sebagai perwujudan dari sabda Rasul SAWW, “Barang siapa menikah, telah mendapatkan setengah dari agamanya, maka bertakwalah kepada Allah dari setengah yang lain.”Imam Bagir as: “tiada bangunan yang lebih dicintai Allah melebihi bangunan cinta.” Rasul pun bersabda : “menikahlah dan nikahkanlah.”Imam Ali as: “ menikahlah karena itu adalah  sunnah rasul, sesungguhnya beliau bersabda: “barangsiapa ingin mengikuti sunnahku, maka sunnahku adalah pernikahan.”Abu Abdillah as: “ salah satu etika para nabi adlah pernikahan.” “dua rakaat shalat yang dilakukan orang yang sudah menikah, lebih utama dari 70 rakaat shalat yang dilakukan orang bujangan.”Imam Musa as: “ di hari kiamat kelak ada tiga orang yang berteduh dibawah naungan arsy Allah SWT, dihari yang tiada naungan kecuali naungan-NYA. Ketiga orang itu adalah lelaki yang menikahkan saudara muslimnya, atau membantunya, atau menjaga rahasianya.”Rasulullah SAWW: “salah satu berkah anak perempuan adalah segera menikahkannya,”

Akan tetapi masalahnya tugas-tugas pernikahan sangatlah berat. Dari mana anak muda memperoleh semua uang untuk menikah disaat yang sama ia selalu ingin menikah?

Islam mengajak kita untuk meringankan pengeluaran dan mengurangi beban untuk menikah. Karena jika menunggu penghasilan yang standar maka bisa didapat pada umur 30 tahun keatas.  Disini ada beberapa solusi masalah finansial (keuangan).

1. Masalah finansial dapat diatasi dengan bantuan keluarga dan orang tua. Anak yang baru menikah dibantu secara finansial sampai mereka bisa mandiri.

2. Masyarakat diharapkan bisa membantu para pemuda yang ingin menikah dengan membuat lembaga yang akan memberikan modal atau bantuan finansial yang akhirnya akan bisa memperbaiki kondisi pemuda yang bobrok.

3. Menikah tanpa beban finansial, dengan kata lain bahwa akad nikah dilakukan dan upacara pernikahan ditunda sampai keduanya benar-benar siap. Sehingga kedua mempelai masih bisa meneruskan study belajarnya dan sementara mereka berdua tinggal bersama orang tua masing-masing .

4. Solusi terakhir adalah bagaimana caranya agar dapat hidup secara sederhana dan bertahap untuk memperoleh penghasilan yang lebih baik.

Bagaimana dengan mahar yang besar yang sering dikeluhkan seseorang?Mustahab (sunnah) hukumnya menyedikitkan mahar dan makruh memperbesarnya.Rasulullah Saww: “ wanita paling utama diantara ummatku adalah berwajah paling ceria dan bermahar paling sedikit.”

Masalah modal material yang tak terjamin untuk membangun bahtera rumah tangga setelah pernikahan. Minimal kita katakan ada ada rasa takut terhadap kebutuhan-kebutuhan yang akan muncul setelah pernikahan, takut miskin dan tidak mempunyai apa-apa untuk menghidupi keluarga.

Nikahkanlah laki-laki dan perempuan dari kalian yang masih sendirian, begitu pula budak laki-laki dan budak perempuan kalian yang shaleh, jika mereka faqir maka allah akan mengayakan mereka dari anugerah-Nya, Allah Mahaluas dan Mahatahu (QS. An-Nur 32)

Imam Ja’far menjelaskan “ barangsiapa meninggalkan pernikahan karena takut miskin pada dasarnya telah berburuk sangka kepada allah. Allah berfirman jika mereka faqir maka allah akan mengayakan mereka dari anugerahnya. Rasulullah Saww: “ apabila seseorang yang kalian rela terhadap akhlak dan agamanya datang pada kalian (untk melamar) anak kalian, kawinkahlah dia, dan jika kalian tidak melakukannya maka akan terjadi fitnah dan kerusakan yang besar dimuka bumi ini.”

Ketika kita menengok pendapat dari agama selain islam maka kita juga akan menemui anjuran untuk menikah pada usia muda. Konsultan sekaligus pendeta Stanley head juga menganjurkan nikah usia muda dan menurutnya masalah finansial bisa diatasi atas bantuan orang tua kedua belah pihak. “ pernikahan pada usia muda sangatlah produktif dan ideal jika ada kerja sama dari orang tua kedua belah pihak.” kata stanley. Dia melanjutkan dengan berpendapat bahwa “usia muda lebih fleksibel, awalnya memang sulit, jatuh bangun, tapi dengan bantuan orang tua kedua belah pihak persoalan bisa teratasi.” Dia juga mengatakan bahwa menikah di masa tua ibarat besi yang sulit dibengkokkan karena karakter telah terbentuk. Akan tetapi pada usia muda masih muda dibentuk dan diarahkan menjadi keluarga harmonis dan bahagia.

Lalu bagaimana masalah pendidikan yang belum tuntas?Jika dihitung-hitung, maka untuk menyelesaikan pendidikan butuh waktu sekitar 18 tahun dan kira-kira umur 25 baru lulus dan jika mau lebih tinggi maka bisa sampai 30 tahun baru lulus. Belum lagi mencari penghasilan yang standar, maka akan menunggu lagi beberapa tahun. Sesungguhnya pendidikan yang belum selesai tidak bisa menjadi alasan yang kuat untuk tidak menikah karena kenyataannya banyak dari mereka yang telah selesai masa studinya tetapi masih membujang. Apa salahnya ketika orang kuliah sekaligus berkeluarga? Kuliah sambil berkeluarga memberikan beberapa manfaat yang besar, contohnya: mempunyai pasangan resmi sambil kuliah akan mewujudkan ketenangan dalam jiwa pada diri remaja, membangun masa depan dengan penuh harapan, dan menyingkirkan mereka dari rasa takut akan masa depan yang suram yang selalu mengusik pikiran remaja yang belum menikah. Dan juga memberikan rasa aman pada mereka dalam menghadapi dekadensi moral sehingga dapat mengarahkan kehidupan secara alami.

Disatu sisi islam menghimbau untuk meringankan tugas-tugas pernikahan, namun disisi lain taklid sosial melarangnya. Islam menhimbau dikuranginya mahar, sementara tradisi melarangnya. Islam berkata: menikahlah, jangan takut miskin, tapi kita mengingkarinya. Islam menetapkan akhlak dan agama sebagai tolak ukur utama dalam menentukan pasangan yang layak, sementara masyarakat menetapkan standar-standar lain yang barangkali terdepan adalah harta, kedudukan, status sosial. Inilah akhir zaman.

Lalu apakah kita akan mempertaruhkan keselamatan jiwa, moral dan akhlak kita demi hanya menunggu umur dan pekerjaan yang mapan, yang itu semuanya hal yang relatif?

MASA MUDA MASA KRITIS

Berikut merupakan keistimewaan wanita menurut Islam, menunjukkan betapa Islam begitu menghormati dan menghargai para wanita yang sholehah.

  1. Wanita yang solehah (baik) itu lebih baik daripada 70 orang pria yang soleh.
  2. Barang siapa yang menggembirakan anak perempuannya, derajatnya seumpama orang yang sentiasa menangis kerana takutkan Allah S.W.T. dan orang yang takutkan Allah S.W.T. akan diharamkan api neraka ke atas tubuhnya.
  3. Barang siapa yang membawa hadiah (barang makanan dari pasar ke rumah) lalu diberikan kepada keluarganya, maka pahalanya seperti bersedekah.
  4. Hendaklah mendahulukan anak perempuan daripada anak pria. Maka barang siapa yang menyukakan anak perempuan seolah- olah dia memerdekakan anak Nabi Ismail A.S.
  5. Wanita yang tinggal bersama anak-anaknya akan tinggal bersama aku (Rasulullah S.A.W.) di dalam syurga.
  6. Barang siapa mempunyai tiga anak perempuan atau tiga saudara perempuan atau dua anak perempuan atau dua saudara perempuan, lalu dia bersikap ihsan dalam pergaulan dengan mereka dan mendidik mereka dengan penuh rasa takwa serta bertanggungjawab, maka baginya adalah syurga.
  7. Daripada Aisyah r.a. “Barang siapa yang diuji dengan se Suatu daripada anak-anak perempuannya, lalu dia berbuat baik kepada mereka, maka mereka akan menjadi penghalang baginya daripada api neraka.
  8. Syurga itu di bawah telapak kaki ibu.
  9. Apabila memanggil akan engkau dua orang ibu bapamu, maka jawablah panggilan ibumu dahulu.
  10. Wanita yang taat berkhidmat kepada suaminya akan tertutup pintu-pintu neraka dan terbuka pintu-pintu syurga. Masuklah dari mana-mana pintu yang dia kehendaki dengan tidak dihisab.
  11. Wanita yang taat akan suaminya, semua ikan-ikan di laut, burung di udara, malaikat di langit, matahari dan bulan, semuanya beristighfar baginya selama mana dia taat kepada suaminya dan direkannya (serta menjaga sembahyang dan puasanya).
  12. Aisyah r.a. berkata “Aku bertanya kepada Rasulullah S.A.W., siapakah yang lebih besar haknya terhadap wanita? Jawab baginda, “Suaminya.” “Siapa pula berhak terhadap pria?” tanya Aisyah kembali, Jawab Rasulullah S.A.W. “Ibunya.”
  13. Perempuan apabila sembahyang lima waktu, puasa bulan Ramadan, memelihara kehormatannya serta taat akan suaminya, masuklah dia dari pintu syurga mana sahaja yang dia kehendaki.
  14. Tiap perempuan yang menolong suaminya dalam urusan agama, maka Allah S.W.T. memasukkan dia ke dalam syurga lebih dahulu daripada suaminya (10,000 tahun).
  15. Apabila seseorang perempuan mengandung janin dalam rahimnya, maka beristighfarlah para malaikat untuknya. Allah S.W.T. menatatkan baginya setiap hari dengan 1,000 kebaikan dan menghapuskan darinya 1,000 kejahatan.
  16. Apabila seseorang perempuan mulai sakit hendak bersalin, maka Allah S.W.T. mencatatkan baginya pahala orang yang berjihad pada jalan Allah S.W.T.
  17. Apabila seseorang perempuan melahirkan anak, keluarlah dia daripada dosa-dosa seperti keadaan ibunya melahirkannya.
  18. Apabila telah lahir (anak) lalu disusui, maka bagi ibu itu setiap satu tegukan daripada susunya diberi satu kebajikan.
  19. Apabila semalaman (ibu) tidak tidur dan memelihara anaknya yang sakit, maka Allah S.W.T. memberinya pahala seperti memerdekakan 70 orang hamba dengan ikhlas untuk membela agama Allah S.W.T.
  20. Seorang wanita solehah adalah lebih baik daripada 70 orang wali.
  21. Seorang wanita yang jahat adalah lebih buruk dari pada 1,000 pria yang jahat.
  22. Rakaat solat dari wanita yang hamil adalah lebih baik daripada 80 rakaat solat wanita yang tidak hamil.
  23. Wanita yang memberi minum air susu ibu (asi) kepada anaknya daripada badannya (susu badannya sendiri) akan dapat satu pahala dari pada tiap-tiap titik susu yang diberikannya.
  24. Wanita yang melayani dengan baik suami yang pulang ke rumah di dalam keadaan letih akan mendapat pahala jihad.
  25. Wanita yang melihat suaminya dengan kasih sayang dan suami yang melihat isterinya dengan kasih sayang akan dipandang Allah dengan penuh rahmat.
  26. Wanita yang menyebabkan suaminya keluar dan berjuang ke jalan Allah dan kemudian menjaga adab rumah tangganya akan masuk syurga 500 tahun lebih awal daripada suaminya, akan menjadi ketua 70,000 malaikat dan bidadari dan wanita itu akan dimandikan di dalam syurga, dan menunggu suaminya dengan menunggang kuda yang dibuat daripada yakut.
  27. Wanita yang tidak cukup tidur pada malam hari kerana menjaga anak yang sakit akan diampunkan oleh Allah akan seluruh dosanya dan bila dia hiburkan hati anaknya Allah memberi 12 tahun pahala ibadat.
  28. Wanita yang memerah susu binatang dengan “bismillah” akan didoakan oleh binatang itu dengan doa keberkatan.
  29. Wanita yang menguli tepung gandum dengan “bismillah”, Allah akan berkatkan rezekinya.
  30. Wanita yang menyapu lantai dengan berzikir akan mendapat pahala seperti meyapu lantai di baitullah.
  31. Wanita yang hamil akan dapat pahala berpuasa pada siang hari.
  32. Wanita yang hamil akan dapat pahala beribadat pada malam hari.
  33. Wanita yang bersalin akan mendapat pahala 70 tahun solat dan puasa dan setiap kesakitan pada satu uratnya Allah mengurniakan satu pahala haji.
  34. Sekiranya wanita mati dalam masa 40 hari selepas bersalin, dia akan dikira sebagai mati syahid.
  35. Jika wanita melayani suami tanpa khianat akan mendapat pahala 12 tahun solat.
  36. Jika wanita menyusui anaknya sampai cukup tempo(2½ thn),maka malaikat-malaikat dilangit akan khabarkan berita bahwa syurga wajib baginya. Jika wanita memberi susu badannya kepada anaknya yang menangis, Allah akan memberi pahala satu tahun solat dan puasa.
  37. Jika wanita memicit/mijat suami tanpa disuruh akan mendapat pahala 7 tola emas dan jika wanita memicit suami bila disuruh akan mendapat pahala 7 tola perak.
  38. Wanita yang meninggal dunia dengan keredhaan suaminya akan memasuki syurga.
  39. Jika suami mengajarkan isterinya satu masalah akan mendapat pahala 80 tahun ibadat.
  40. Semua orang akan dipanggil untuk melihat wajah Allah di akhirat, tetapi Allah akan datang sendiri kepada wanita yang memberati auratnya yaitu memakai purdah di dunia ini dengan istiqamah.

Menangislah, jika itu melegakan perasaan, walau tangisan tak mengubah suratan.

Menangis bukan sekedar pelampiasan perasaan. Menangis merupakan reaksi atas tersentuhnya hati oleh sebuah kejadian. Arti air mata yang tercurah saat menangis merupakan ungkapan perasaan atas kebahagiaan, kekecewaan juga kesedihan. Tangis adalah anugerah bagi hidup dan hati agar senantiasa menyadari fitrah kemanusiaan yang begitu indah, tetapi lemah dan tak berdaya atas kuasa Yang Maha Perkasa. Menjadi refleksi ketiadaan juga keterbatasan, tiada yang sempurna di dunia dan tak ada keabadiaan atas fana, semua yang bernyawa akan binasa. Lalu, mengapa kita menangis? Adakah manfaat air mata kita?

Menangis sudah menjadi identitas manusia sejak dilahirkan, bahkan bagi bayi, menangis dapat disimbolkan sebagai pemberitahuan bahwa ada masalah pada bayi, mungkin merasa sakit atau tidak nyaman. Menangis menjadi hal pertama yang bisa dilakukan generasi Adam dan Hawa di bumi ini. Sebelum bisa bicara, sebelum mampu tertawa, sebelum siap berjalan, tangis itu sudah ada pada diri tiap manusia. Tanpa diajarkan pun, semua bayi, semua anak, semua manusia bisa menangis karena tangis merupakan fitrah yang melekat pada kemanusiaan. Tangis merupakan bentuk kepekaan yang bisa menjadi alat pendeteksi perasaan seseorang. Ketika menangis, biarkan menangis, jangan dipendam. Menangis bukanlah kesalahan yang harus dihakimi. Menangis itu kebebasan jiwa untuk mengungkapakan perasaan yang tersimpan, yang tersisa dan terbiar di dasar keinginan.

Terlepas dari berbagai alasan yang melatarbelakangi tangisan, aktivitas mengeluarkan air mata ini ternyata memberikan manfaat, baik secara psikologis, sosial, medis maupun spiritual. Hal ini didasarkan pada beberapa penelitian para ilmuwan yang mengaitkan aktivitas menangis dengan efek psikologis dan medis.

Secara psikologis, menangis mampu membuat perasaan menjadi lebih baik, nyaman, dan tenang karena tangisan dapat membantu menyingkirkan kimiawi stres dalam tubuh. Berkaitan dengan ini, ada 4 manfaat menangis.

1. Meningkatkan mood

Menangis bisa menurunkan tingkat depresi seseorang. Dengan menangis, mood akan terangkat kembali. Air mata yang dihasilkan dari tipe menangis karena luapan perasaan atau emosi mengandung 24% protein albumin yang bermanfaat dalam mengatur kembali sistem metabolisme tubuh. Air mata tipe ini jelas lebih baik dibanding air mata yang dihasilkan dari iritasi mata.

2. Mengurangi stress

Penelitian menyatakan bahwa air mata ternyata juga mengeluarkan hormon stres yang terdapat dalam tubuh yaitu endorphin leucine-enkaphalin dan prolactin.

3. Melegakan perasaan

Sepertinya, setiap orang merasakan hal ini setelah menangis. Setelah menangis, berbagai masalah dan cobaan yang mendera, kekesalan dan amarah yang menyesak, serta goresan sakit hati biasanya berkurang dan muncullah perasaan lega.
Perasaan lega yang dialami seseorang setelah menangis muncul karena sistem limbik, otak dan jantung menjadi lancar. Karena itu, keluarkanlah masalah di pikiran dengan menangis, jangan dipendam karena bisa menjadi tangisan yang meledak-ledak. Malu menagis sesak di dada, tertahan menjadi ganjalan perasaan yang sewaktu-waktu bisa memporakporandakan pertahanan jiwa, rasa bahkan raga.

4. Menjadi penghalang agresivitas

Orang yang sedang memuncak tingkat emosinya, meletup amarahnya biasanya akan berlaku dan bersikap lebih agresif bahkan bisa berdampak destruktif. Emosi yang diluapkan dengan menangis mampu menjadi penghalang agresivitas. Seperti yang diungkapkan Oren Hasson, seorang ilmuwan dari Univesitas Tel Aviv, Israel, bahwa dengan air mata, seseorang sebenarnya tengah menurunkan mekanisme pertahanan dirinya dan memberikan simbol dirinya tengah menyerah.

Pernyataan Orren Hasson mengenai turunnya agresivitas seseorang dengan menagis bisa memberikan sebuah kausalitas terhadap keberadaan dan hubungan seseorang secara sosial. Menangis bisa membantu seseorang membangun sebuah komunitas. Biasanya seseorang menangis setelah menceritakan masalahnya kepada teman-temannya atau seseorang yang bisa memberikan dukungan, dan hal ini bisa meningkatkan kemampuan berkomunikasi dan juga bersosialisasi. Dengan demikian, hubungan sosial bisa menjadi lebih dekat, sehingga mampu memupuk persahabatan yang lebih langgeng. Dalam hubungan kelompok seperti persahabatan atau pertemanan, menangis bisa dianggap sebagai bentuk keterpaduan antara satu dengan lainnya. Bahkan ada beberapa kasus yang mengidentifikasikan bahwa menangis bisa menimbulkan empati seorang musuh untuk tidak menyerang lawannya. Air mata bisa menjadi senjata yang meluruhkan amarah dan kebencian bahkan mungkin peperangan (tentunya bukan air mata buaya!). Karena alasan inilah maka banyak jiwa yang luluh karena tangisan, tersentuh, tergugah bahkan terbelenggu tangisan seseorang..

Meski demikian, menangis tidak akan selalu manjur dalam beberapa kondisi. Oleh sebab itu dalam beberapa kesempatan menangis justru tak dapat memberikan dampak seperti yang diperkirakan. Bahkan sebaiknya dihindari. Dalam bekerja misalnya, aktifitas menangis bahkan sebaiknya tak perlu ditampakkan. Mungkin dalam bekerja menangis justru akan ditanggapi sebagai bentuk kelemahan dan sifat menyerah yang sangat dijauhi dalam dunia kerja. Tapi mungkin tak berlaku untuk profesi yang menuntut empati

Dari segi medis, kegiatan mengundang dan mencurahkan air mata ini memiliki beberapa manfaat untuk kesehatan, khususnya mata. Manfaat tersebut sebagaimana dikutif dari Beliefnet di antaranya :
Membantu penglihatan. Cairan yang keluar dari mata dapat mencegah dehidrasi pada membran mata yang bisa membuat penglihatan menjadi kabur.
Membunuh bakteri. Air mata berfungsi sebagai antibakteri alami. Tanpa obat tetes mata, sebenarnya mata sudah mempunyai proteksi sendiri. Di dalam air mata terkandung cairan yang disebut dengan lisozom yang dapat membunuh sekitar 90-95 % bakteri yang tertinggal hanya dalam 5 menit. Misalnya, bakteri yang terserap dari keyboard komputer, pegangan tangga, bersin, serta tempat-tempat yang mengandung bakteri.
Mengeluarkan racun. William Frey, seorang ahli biokimia yang telah melakukan beberapa studi tentang air mata menyatakan bahwa air mata yang keluar saat menangis karena faktor emosional ternyata mengandung racun. Jadi, keluarnya air mata yang beracun itu menandakan bahwa racun dari dalam tubuh terbawa dan dikeluarkan melalui mata.
Membantu melawan penyakit. Selain menurunkan level stres, air mata juga membantu melawan penyakit-penyakit yang disebabkan oleh stres seperti tekanan darah tinggi. Bagaimanapun, perasaan tertekan dan tersakiti bisa membuat seseorang stres. Endapan stres yang terpendam dengan menahan tangisan inilah yang sering menimbulkan gejala tekanan darah tinggi dan penyakit lainnya yang dipicu oleh stres.

Menangis tak selalu identik dengan sosok perempuan. Setiap raga yang memiliki jiwa pasti pernah menangis, setidaknya menangis dalam hati, menangis ketika masih bayi, dan menangis di hadapan Tuhan. Tangisan tidak selalu berarti kerapuhan, kecengengan atau kelemahan seseorang. Jika tangisan bisa melemahkan seseorang, tangisan pun bisa menguatkan ketegaran seseorang untuk berjuang. Dalam kepasrahan yang dalam, tangisan mampu mengembalikan kesadaran seseorang kan fitrahnya sebagai manusia dan hamba Yang Maha Sempurna, sehingga tangisan mampu melarutkan sebuah jiwa dalam doa yang khusyuk, taubat yang sesungguhnya hingga totalitas penyerahan diri kepada Tuhan.. Ini yang disebut tangisan spiritual.Tangisan ini yang senantiasa dicurahkan oleh para Utusan Tuhan serta kaum yang beriman. Menjadi pengantar kesadaran akan ketidakberdayaan, kelemahan dan kelalaian dalam menghamba. Menjadi penutur sujud, penyerahan dan kepasrahan dalam taubat demi mengharap maaf Yang Maha Pemaaf..Ketika Adam dan Hawa diturunkan ke bumi secara terpisah mereka menangis. Tangis taubat sepasang insan ini merupakan refleksi kesadaran dan realisasi sesal atas dosa yang telah mereka lakukan. Robbana Ya Robbana dzolamna anfusana waillam tagfir lana watarhamna lana kunanna minal khosirin. Mereka pun kembali menangis saat dipertemukan dan dipersatukan kembali oleh Yang Maha Pengampun untuk melahirkan generasi manusia. Tangis bahagia mereka menjadi ungkapan rasa syukur atas kebesaran-Nya.

Kita sering menangis ketika hati terluka, curhat__mengadukan sejuta masalah, meminta selaksa kemudahan, memohon segudang rezeki dalam hidup kita atau sekedar menyatakan ketidakmampuan menghadapi cobaan hidup kepada Yang Maha Hiidup. Setelah mengadukan semua kepada-Nya, ada setitik tenang dalam hati, setetes spirit untuk kembali memberdayakan ikhtiar hidup di atas keyakinan akan pertolongan-Nya. Doa, dzikir dan air mata mampu menutrisi hati untuk kembali menafaskan-Nya. Di sanalah fitrah itu berkarya, menumbuhkan rasa sakit, menyisipkan luka dan kecewa, memekarkan kebahagiaan, dalam sebuah tangisan yang bermakna agar kita menyadari eksistensi dan kekuasaan Yang Maha Kuasa. Karena itu, menangis yang utama ialah menangis karena dosa, dan tangis yang sempurna adalah tangisan demi Yang Maha Cinta.

Tuhan tidak pernah menghakimi makhluk-Nya. Segala derita dan kemelut masalah bukan karena kehendak dan takdir semata, melainkan karena perbuatan kita sendiri. Maka, jangan menghakimi sebuah tangisan dan bijaklah menghadapi tangisan karena kita tak pernah benar-benar tahu dalamnya rasa hati seseorang. Biarkan menangis. Jika tak mampu meredakan, diamlah. Bila tak ingin menyaksikan, tinggalkan sejenak hingga ia menemukan ruang yang tenang. Mungkin ia butuh waktu untuk meluapkan perasaan. Mungkin juga butuh jeda untuk berdamai dengan perasaan dan kenyataan hingga ia mampu untuk mengungkapkan alasan (karena manusia senantiasa mempertanyakan alasan). Itulah bentuk apresiasi atas tangisan, tak perlu selalu dengan kata-kata karena di suatu keadaan sikap dan perlakuan lebih menunjukkan pengertian dan penghargaan. Hidup dan para pemeran cerita kehidupan butuh apresiasi karena dengan mengapresiasi kehidupan kita akan menemukan makna hidup. Memberi apresiasi yang pantas untuk sebuah tangisan pun merupakan wujud memahami dan mengerti hati orang-orang yang kita cintai.

Menangislah, tapi jangan menangisi untuk mempertanyakan keadilan Tuhan dalam ekspresi ratapan, serta reaksi ketidakyakinan atas kebesaran Yang Maha Besar. Dengan atau tanpa air mata, tangis tetaplah tangis yang mengekspresikan perasaan atas kenyataan, atas keadaan. referensi : http://www.lintasberita.com; kotametropolis.com

9 Makanan Penolong

Makanan bisa menjadi teman atau lawan kita. Bila makanan itu memberikan khasiat baik bagi tubuh, maka tentu saja ia menjadi teman kita, dan begitu pula sebaliknya. Tanpa disadari, ternyata di sekeliling kita ada banyak makanan yang selalu memberikan sumbangsih positif bagi kita. Tak hanya mengenyangkan, kandungan zat tertentu dalam makanan ternyata mampu menolong dan meluputkan tubuh kita dari bahaya sakit penyakit dan kerusakan. Berikut ada 9 jenis makanan familiar yang memiliki khasiat baik.

Apel

Sebutir apel sehari mampu membantu seorang wanita yang ingin kurus agar kehilangan berat badannya. Hal ini disebabkan kandungan pectin-nya yang termasuk serat larut. Pectin mampu membuat perut terasa kenyang dalam jangka waktu panjang.

Jagung

Penganan yang kaya akan biotin ini mampu merangsang produksi keratin, protein penting rambut, sehingga jagung mampu membuat rambut menjadi lebih kuat dan berkilau.

Semangka

Selain sebagai detoks alami bagi tubuh, kandungan vitamin B6-nya bisa menjadi sumber energi alami.

Plum

Mampu mengurangi varises karena kandungan thrombin-nya mampu mencegah pembekuan darah dalam pembuluh darah.

Brokoli

Mengurangi resiko kanker payudara dengan kandungan indole-3-carbinol, yang mampu menghancurkan sel-sel kanker.

Kayu manis

Rempah-rempah yang memiliki bau khas yang harum ini mampu mengurangi kadar gula dalam darah.

Alpukat

Selain mampu membuat penyukanya merasa kenyang, kandungan omega-9-nya mampu memerangi rasa lapar yang berlebihan.

Daging sapi

Mampu mengusir migren karena kandungan niacin-nya yang terbukti mampu mengurangi rasa sakit akibat migren.

Oregano

Salah satu rempah-rempah pelengkap pizza ini mengandung antibakteri estragole yang membantu memerangi bakteri masuk dalam tubuh.

Jadi bagi anda yang makanannya tidak teratur atau belum jelas.. mari kita perbaiki asumsi makanan kita dari sekarang !
Ingat Sehat itu Mahal lo!