Wanita
karena wanita begitu berharga
karena wanita seperti mutiara yang harus dijaga keindahannya
karena wanita begitu mempesona membuat para pecintanya bertekuk lutut padanya

Banyak yang bilang terlahir menjadi wanita adalah sebuah penderitaan, malapetaka, dan musibah. Mengapa? Katanya sulit banget jadi wanita itu. Mesti begini dan begitu. Ribet dan nggak praktis. Namun tak jarang juga yang menyatakan sejuta rasa syukur dilahirkan menjadi seorang wanita. Apakah Kita salah satunya? Mudah-mudahan begitu, karena wanita diciptakan dengan berbagai macam kelebihan dan keistimewaan. Mari kita teliti lebih jauh.

Kaum feminis bilang susah jadi wanita, lihat saja peraturan di bawah ini :

1. Wanita auratnya lebih susah dijaga (lebih banyak) dibanding lelaki.
2. Wanita perlu meminta izin dari suaminya apabila mau ke luar rumah tetapi tidak sebaliknya.
3. Wanita saksinya (apabila menjadi saksi) kurang berbanding lelaki.
4. Wanita menerima warisan lebih sedikit daripada lelaki.
5. Wanita perlu menghadapi kesusahan mengandung dan melahirkan anak.
6. Wanita wajib taat kepada suaminya, sementara suami tak perlu taat pada isterinya.
7. Talak terletak di tangan suami dan bukan isteri.
8. Wanita kurang dalam beribadat karena adanya masalah haid dan nifas yang tak ada pada lelaki.

Itu sebabnya mereka tidak henti-hentinya berpromosi untuk “MEMERDEKAKAN WANITA”.

Pernahkah Kita lihat sebaliknya (kenyataannya)?

1. Benda yang mahal harganya akan dijaga dan dibelai serta disimpan di tempat yang teraman dan terbaik. Sudah pasti intan permata tidak akan dibiar terserak bukan? Itulah bandingannya dengan seorang wanita.

Wanita memang makhluk yang dimuliakan oleh Allah. Bahkan, Sejuta intan permata nan indah dan mahal harganya di dunia ini takkan mampu menandingi pesona keindahan yang dimiliki oleh wanita. Tak heran kan bila keindahan itu harus “dikemas” dengan rapi dan baik.

2. Wanita perlu taat kepada suami, tetapi tahukah lelaki wajib taat kepada ibunya 3 kali lebih utama daripada kepada bapaknya?

Ya. Sudah sunnatullah kalau wanita bila sudah menikah itu harus taat kepada suami (tentunya dalam hal kebaikan). Walaupun hati kesal, sebel, benci, marah, atau mau muntah tapi tetep wajib, harus, mesti, kudu, dan mutlak seorang istri taat pada suami (sekali lagi dalam hal kebaikan).

Namun tak jarang, baik lelaki maupun wanita, saling mencari keuntungan dengan kodratnya masing-masing. Yang laki-laki menggunakan ayat-ayat Al-Qur’an yang sebenarnya maksudnya tidaklah seekstrim itu, namun dia pergunakan demi keuntungan pribadi. Sedangkan wanita, merasa sebel, kesel, geregetan, gemes, dan benci karena diatur-atur.

Oya, satu lagi, disebutkan bahwa menaati sang ibu lebih utama tiga kali lipat dibandingkan taat pada bapak? Tahu nggak kenapa? Ya, karena menjadi wanita (sebagai ibu) sangat berat sekali. Nggak hanya bertugas melahirkan saja, namun juga mendidik. Dan mendidik untuk menjadi orang yang baik sangat susah. Di samping itu, Mulai dari A-Z, seorang ibulah yang berperan secara teknis dalam pembentukan karakter anak. Maka, sangatlah jelas bahwa menjadi ibu tidak mudah, makanya menaati ibu 3 kali lipat lebih utama dibandingkan dengan menaati bapak.

3. Wanita menerima warisan lebih sedikit daripada lelaki, tetapi tahukah harta itu menjadi milik pribadinya dan tidak perlu diserahkan kepada suaminya, sementara apabila lelaki menerima warisan, ia perlu/wajib juga menggunakan hartanya untuk isteri dan anak-anak.

Dengan kata lain, “hartamu (suami) adalah hartaku (istri) juga, sedangkan hartaku ya hartaku”, atau secara gamblang dapat diartikan sebagai harta suami wajib hukumnya untuk di-share dengan istri, sedangkan harta istri ya punya istri sendiri dan istri tidak berkewajiban untuk menafkahi suami.

4. Wanita perlu bersusah payah mengandung dan melahirkan anak, tetapi tahukah bahwa setiap saat dia dido’akan oleh segala makhluk, malaikat, dan seluruh makhluk ALLAH di muka bumi ini, dan tahukah jika ia mati karena melahirkan adalah syahid dan surga menantinya.

Laki-laki tidak akan pernah bisa menirunya karena itu sudah kodrat wanita. Melahirkan merupakan sebuah kebahagiaan tiada terkira meskipun sakit banget katanya. Mungkin bagi yang tidak mau melahirkan karena takut badan melar dan nggak indah lagi perlu merubah pikirannya, karena hal tersebut sesungguhnya merupakan kenikmatan dan kesempurnaan yang diberikan Allah kepada wanita.

5. Di akhirat kelak, seorang lelaki akan dipertanggungjawabkan terhadap 4 wanita, yaitu : Isterinya, ibunya, anak perempuannya, dan saudara perempuannya. Artinya, bagi seorang wanita tanggung jawab terhadapnya ditanggung oleh 4 orang lelaki, yaitu : suaminya, ayahnya, anak lelakinya, dan saudara lelakinya.

Menjadi laki-laki tidak mudah kan. Meskipun dia adalah seorang pemimpin bagi wanita yang notabene memiliki hak prerogatif terhadap istrinya untuk ngatur-ngatur (bahasa yang lebih halusnya membimbing menjadi lebih baik dari sebelumnya).

6. Seorang wanita boleh memasuki pintu syurga melalui pintu surga yang mana saja yang disukainya, cukup dengan 4 syarat saja, yaitu : sembahyang 5 waktu, puasa di bulan Ramadhan, taat kepada suaminya, dan menjaga kehormatannya.

Meskipun kelihatannya cuma empat syarat, tapi benar-benar sulit banget untuk tetep konsisten dalam mengerjakannya. Dan setiap wanita memiliki kesulitan sendiri-sendiri dari empat hal tersebut. Tapi, bukan wanita namanya bila tidak bisa, tapi wanita memang tercipta dengan penuh kekuatan terpendam dan tak terduga dari dalam dirinya.

7. Seorang lelaki wajib berjihad fi sabilillah, sementara bagi wanita jika taat akan suaminya, serta menunaikan tanggung jawabnya kepada ALLAH, maka ia akan turut menerima pahala setara seperti pahala orang pergi berjihad fi sabilillah tanpa perlu mengangkat senjata.

Lagi-lagi disinggung tentang taat pada suami, bahkan taat pada suami nilainya setara dengan jihad fi sabilillah. Berarti bisa dibayangkan, bahwa taat pada suami merupakan sesuatu yang penuh dengan tantangan, menegangkan, tapi selalu tersimpan “sesuatu” di dalamnya, yang semakin meyakinkan bahwa wanita jauh lebih kuat daripada laki-laki.

Hanya saja kekuatan itu tidak ditunjukkan dengan seberapa kuat fisiknya, namun lebih kepada seberapa cerdasnya seorang wanita mampu me-manage hatinya dan mampu mengubah berbagai macam suasana hidup yang selalu mewarnai setiap langkahnya menjadi sesuatu yang lebih baik dan tentu saja menguntungkan dirinya, dan yang pasti melalui proses, karena hanya Allah-lah yang bisa Kun Fayakun.

Kita harus berbahagia terlahir sebagai wanita, karena keberadaan kitalah dunia menjadi penuh warna.

“Dunia adalah perhiasan, sebaik-baiknya perhiasan adalah wanita shalehah.” (HR. Muslim).

Comments on: "Menyesalkah Dilahirkan Sebagai Perempuan?" (2)

  1. seele speicher said:

    semoga suamimu kelak mengerti tulisan ini…

  2. amin..
    terima kasih telah berkunjung ..🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: